Desamind telah mengumumkan awardee Beasiswa Desamind 1.0 pada Senin (30/11). Beasiswa Desamind 1.0 merupakan program beasiswa yang ditujukan untuk mahasiswa yang berasal dari desa. Penerima Beasiswa Desamind wajib berkontribusi dengan menyelenggarakan program pengabdian pada suatu desa. Pemberian Beasiswa ini dimaksudkan untuk memperluas kesempatan masyarakat desa dalam mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dan memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat. Penerima Beasiswa Desamind 1.0 mendapatkan fasilitas pengembangan diri berupa Leadership Camp Desamind, mentoring, kelas pengembangan diri, dan berbagai kegiatan unggulan Desamind seperti Mind-Talk, Mind-Cloud, Mind-Stream, dan Desamind Award. Tahapan seleksi dimulai pada bulan Agustus dan berakhir pada November lalu.

 

Mengangkat program pengabdian berjudul “Rumah Sampah: Pemberdayaan Masyarakat Desa Adipala Melalui Pengolahan Sampah Rumah Tangga Secara Mandiri”, mahasiswa Teknik Lingkungan Aulia Syifa Ardiati berhasil menjadi salah satu dari lima awardee Beasiswa Desamind 1.0.

 

Syifa menyebutkan program Rumah Sampah diawali dengan edukasi masyarakat tentang prioritas reduce sampah sebelum reuse dan recycling. Pengelolaan sampah terbagi menjadi sampah ekonomis dan sampah organik. Sampah ekonomis dapat dijual langsung atau dibuat menjadi produk kerajinan lalu dijual. Sedangkan, sampah organik diolah kembali menggunakan komposter ember tumpuk sehingga menghasilkan tiga produk yaitu pupuk organik cair, pupuk kompos, dan larva. Pupuk kompos dan pupuk organik cair tersebut kemudian digunakan untuk budidaya tanaman sayuran sedangkan larva digunakan sebagai pakan ikan budidaya. Hasil panen sayuran dan ikan akan dimasak dan dijual di warung yang bermitra dengan Rumah Sampah.

 

“Saya berharap semoga program ini selain dapat memberikan manfaat bagi lingkungan juga dapat membantu perekenomian masyarakat desa terutama dalam masa Pandemi COVID-19” paparnya