Mohammad Abdul Khafid, mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan (2016), Fakultas Teknologi Mineral, bekerja sama dengan mahasiswa teknik kimia UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) dengan bimbingan dari Dosen Aditya Pandu Wicaksono, M.Sc, kembali berhasil lolos seleksi untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di IOP Conference Series: Material, Science and Engineering yang terindeks Scopus setelah menjadi presenter atau pemakalah pada acara konferensi internasional The 2nd International Conference on Chemistry and Material Science (IC2MS), pada tanggal 2-3 November 2019 yang diselenggarakan oleh Departemen Kimia, F.MIPA, Universitas Brawijaya Malang.

DICDBM 2020 adalah untuk menyediakan platform internasional untuk mempromosikan pertukaran timbal balik antara para ilmuwan, membahas gagasan inovatif dalam penelitian ilmiah, dan mengusulkan solusi pada masalah kontemporer melalui penerapan pengetahuan yang berasal dari penelitian karya dalam kimia dan ilmu material.

Kegiatan seminar internasional yang digelar pertama kalinya ini dihadiri oleh peneliti, dosen, magister dan mahasiswa sarjana dari Indonesia maupun luar yaitu Australia, Inggris, Malaysia, Thailand, Singapura, China, Jepang, Brunei, dan negara dari benua Afrika.

Khafid menjadi satu-satunya perwakilan UPNVY yang lolos proses seleksi fullpaper yang cukup ketat dari 700 paper hanya 180 yang lolos untuk publikasi ”Dari ribuan mahasiswa yang mendaftar, hanya beberapa saja yang diterima, hal ini menjadi salah salah satu pemicu semangat saya untuk dapat menampilkan yang terbaik selama program berlangsung,” jelasnya.

Sebelum melakukan presentasi M.Abdul khafid telah lolos seleksi tahap administrasi dan fullpaper penelitian.

Khafid dan Tim Jurusan Teknik Kimia meneliti tentang “Modification of Gunung Kidul natural zeolite using alkaline and application in the corrosion rate reduction of steel plates in acid media” Penelitian di lakukan dengan memodifikasi zeolite alam Gunungkidul yang memiliki senyawa alumino-silikat berhidrat dengan kation natrium, kalium dan barium serta struktur molekuler yang khas untuk dijadikan sebagai inhibitor laju korosi pada lempeng baja. Hasilnya menunjukan bahwa diketahui hasil analisis luas permukaan dengan model Brunauer-Emmet-teller (BET), zeolit memiliki nilai luas permukaan 235,484 m2/g (zeolit aktif) dan 68,279 m2/g (zeolit yang tidak aktif). Pengaruh penambahan 70 gram inhibitor zeolit dengan campuran cat alkid 150 mL dalam medium korosif 1N; 2N 3N H2SO4 96% menghasilkan komposisi yang sesuai dalam menurunkan laju korosi dengan total nilai 0,0086 mil/tahun, 0,0285 mil/tahun, dan 0,0511 mil/tahun selama 20 hari waktu pencelupan.

Pada konferensi ini khafid dan tim jurusan teknik kimia UPNVYK dengan dibimbing Dosen TL Bapak Aditya Pandu Wicaksono, M.Sc berkesempatan mempresentasikan karyanya di depan delegasi dari berbagai negara dan berhasil lolos untuk publikasi terindeks scopus