Prodi Teknik Lingkungan mempersiapkan mahasiswa, agar dapat mengkaji dan memberi solusi terhadap permasalahan lingkungan (menurunnya fungsi bumi) yang berlandaskan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan Pendekatan Perekayasaan Kebumian (Geoengineering) guna terwujudnya fungsi bumi lestari.. Penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen sebagai kewajiban tri dharma perguruan tinggi, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup dengan satu tujuan adalah menjaga Bumi kita yang hanya satu ini, tetap lestari fungsinya.

Penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Teknik lingkungan berdasarkan 3 (tiga) pilar pokok, yaitu (1) pelestarian fungsi bumi dan atmosfer, (2) pengendalian limbah dan pencemaran, dan (3) pengendalian kerusakan lingkungan hidup dan kebencanaan. Tiga pilar pokok tersebut akan diterapkan ke dalam beberapa bentuk kelompok bidang keahlian (KBK), yaitu:

1.     Pengelolaan Lingkungan Industri Perminyakan, Gas dan Panas Bumi;

2.     Pengelolaan Lingkungan Industri Pertambangan Mineral dan Batubara;

3.     Pengelolaan Lingkungan Binaan dan Mitigasi Bencana.

 

            Penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan, pada dasarnya sudah banyak sekali pada tahun 2018 dan 2019 yang penelitian berjumlah 48 kegiatan dan pengabdian masyarakat 47 kegiatan. Akan tetapi apabila ditinjau dari kelompok keahlian bidang, yang sebagian besar Penelitian dan Pengabdian Mayarakat merupakan KBK Pengelolaan Lingkungan Binaan dan Mitigasi Bencana. Hal ini cukup wajar terutama terkait pengabdian masyarakat yang KBK Pengelolaan Lingkungan Industri Perminyakan, Gas dan Panas Bumi bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan di apabila akan dilakukan penelitian atau pengabdian masyarakat harus lokasinya paling dekat adalah di Cepu. Penelitian dapat terwujud karena mendapat dukungan dana dari hibah sedangkan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen, sebagian besar merupakan kegiatan yang sudah direncanakan oleh pemerintah daerah karena dilakukan sebatas sebagai instruktur atau pengisi materi sosialisasi maupun bimbingan teknis.