Tiga mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta yaitu Rully Fachrurozi, Farida Arum Widayah, dan Fitri Adifa melakukan penelitian mengenai pemanfaatan daun dan buah ketapang sebagai bahan energi alternatif.  Kegiatan penelitian dilakukan dengan pengarahan dan bimbingan oleh dosen pendamping yaitu Ika Wahyuning Widiarti,S.Si., M.Eng. Penelitian dengan judul “Analisis Penambahan Polietilen untuk Meningkatkan Kualitas Biobriket Ketapangmerupakan hibah dari Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) 2019. Kenapa Ketapang? Berikut alasannya.

Banyaknya daun dan buah ketapang yang berserakan di lingkungan kampus UPN “Veteran” Yogyakarta terutama di lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan menjadi salah satu alasan pemilihan judul penelitian ini. Memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis daun dan buah ketapang, ketiga mahasiswa ini berupaya untuk mengolah sampah ketapang menjadi sebuah produk biobriket. Berdasarkan studi literatur yang mereka lakukan, terdapat kandungan lignoselulosa pada kayu, ranting, dan daun-daunan ketapang yang dapat dimanfaatkan menjadi biobriket.

Daun dan buah ketapang yang dimanfaatkan untuk pembuatan biobriket dimulai dengan proses karbonisasi menjadi bioarang yang kemudian digunakan sebagai bahan untuk membuat biobriket. Tak hanya daun dan buah ketapang, ada pula bahan baku lain yang perlu ditambahkan seperti serbuk polietilen. Mengapa Polietilen? Penambahan polietilen bertujuan untuk meningkatkan nilai kalor pada biobriket. Hal ini telah dibuktikan sebelumnya oleh Rosdiana dan kawan-kawan (2017) bahwa dengan menambahkan polietilen dapat menyebabkan kandungan abu dan air pada biobriket semakin berkurang daripada tanpa penambahan polietilen sehingga nilai kalor bertambah.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan variasi suhu dan dosis polietilen. Suhu yang digunakan adalah 350°C, 400°C, dan 450°C dengan masing-masing suhu diberi penambahan dosis polietilen sebesar 0%, 5%, 10% dan 15%. Hasil biobriket yang telah diuji dengan 5 parameter yaitu parameter kadar air, kadar zat terbang, kadar abu, kadar karbon terikat dan nilai kalor memiliki hasil yang sesuai dengan standar SNI. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, didapat biobriket dengan kualitas optimal pada dosis polietilen 15% pada suhu 350°C. Pada variasi tersebut terdapat kadar air 5,7%, kadar zat terbang 28,2%, kadar abu 17,5%, kadar karbon 48,3% dan nilai karbon sebesar 6114,8 kal/g. Dengan demikian penelitian ini berhasil membuat biobriket dengan bahan dasar daun dan buah ketapang dan meningkatkan nilai kalor dengan penambahan polietilen. Tidak hanya itu, penelitian ini juga menghasilkan kualitas yang optimal pada suhu terendah dengan dosis polietilen terbanyak.